http://www.google.com
http://www.yahoo.com
http://www.teknokrat.ac.id
http://www.ziddu.com
http://www.rapidshare.com
http://www.mediafire.com
http://www.uploaded.com
http://www.gmail.com
http://www.blogger.com
http://4shared.com
Halaman ini menjelaskan tentang teknologi berbasis WEB dan penjelasan HTTP
Jumat, 10 Agustus 2012
Daftar Pengadaan Internet
| No | Nama Barang | Harga | Jumlah |
| 1 | Modem vodafone | Rp.500.000 | 1 |
| 2 | Pc Intel | Rp.2.500.000 | 15 |
| 3 | monitor | Rp.700.000 | 15 |
| 4 | printer | Rp.600.000 | 1 |
| 5 | Kabel | Rp.300.000 | 15 m |
Rabu, 08 Agustus 2012
Pemrograman Berbasis Web
Pemrograman web
Pemrograman web diambil dari 2 suku kata yaitu pemrograman dan web.
Pemrograman yang dalam bahasa English adalah programming dan diartikan
proses, cara, perbuatan program (secara bahasa indonesia).
Definisi Web : jaringan komputer yang terdiri dari kumpulan situs
internet yang menawarkan teks dan grafik dan suara dan sumber daya
animasi melalui protokol transfer hypertext. (http://www.artikata.com/arti-201588-web.php).
Orang banyak mengenal web dengan istilah WWW (world wide web), World
Wide Web adalah layanan internet yang paling populer saat ini internet
mulai dikenal dan digunakan secara luas setelah adanya layanan WWW . WWW
adalah halaman-halaman website yang dapat saling terkoneksi satu dengan
lainnya (hyperlink) yang membentuk samudra belantara informasi . WWW
berjalan dengan protokol HyperText Transfer Protokol (HTTP). Halaman Web
merupakan file teks murni (plain text) yang berisi sintaks-sintaks HTML
yang dapat dibuka/ dilihat/ diterjemahkan dengan Internet Browser .
Sintaks HTML mampu memuat konten text, gambar, audio, video dan animasi.
Kini internet identik dengan web, karena kepopuleran web sebagai
standar interface pada lanyanan-layanan yang ada di internet, dari
awalnya sebagai penyedia informasi, ini digunakan juga untuk komunikasi
dari email sampai dengan chatting, sampai dengan melakukan transaksi
binsin (commerce) (Betha Sidik,Ir, Pemrograman web dengan HTML,
Informatika Bandung, 2005) Banyak keuntungan yang diberikan oleh
Aplikasi berbasis Web dari pada aplikasi berbasis destop, sehingga
aplikasi berbasis web telah diadopsi oleh perusahaan sebagai bagian dari
strategi teknologi informasinya, karena beberapa alasan :
Akses informasi mudah,
HTTP
HTTP (HyperTextTransfer Protocol) adalah protokol yang dipergunakan
untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web(WWW). Protokol ini adalah
protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang dapat dipergunakan
berbagai macam tipe dokumen. Pengembangan HTTP dikoordinasi oleh
Konsorsium World Wide Web(W3C) dan grup bekerja Internet Engineering
Task Force(IETF), bekerja dalam publikasi satu seri RFC, yang paling
terkenal RFC 2616,
yang menjelaskan HTTP/1,1, versti HTTP yang digunakan umum sekarang
ini. HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara clientdan
server. Sebuh client HTTP seperti web browser, biasanya memulai
permintaan dengan membuat hubungan TCP/IPke porttertentu di tuan rumah
yang jauh (biasanya port 80). Sebuah server HTTP yang mendengarkan
diport tersebut menunggu client mengirim kode permintaan (request),
seperti "GET / HTTP/1.1" (yang akan meminta halaman yang sudah
ditentukan), diikuti dengan pesan MIMEyang memiliki beberapa informasi
kode kepala yang menjelaskan aspek dari permintaan tersebut, diikut
dengan badan dari data tertentu. Beberapa kepala (header) juga bebas
ditulis atau tidak, sementara lainnya (seperti tuan rumah) diperlukan
oleh protokol HTTP/1,1. Begitu menerima kode permintaan (dan pesan, bila
ada), server mengirim kembali kode jawaban, seperti "200 OK", dan
sebuah pesan yang diminta, atau sebuah pesan error atau pesan lainnya.
Sejarah Protokol HTTP pertama kali dipergunakan dalam WWW pada
tahun 1990. Pada saat tersebut yang dipakai adalah protokol HTTP versi
0.9. Versi 0.9 ini adalah protokol transfer dokumen secara mentah,
maksudnya adalah data dokumen dikirim sesuai dengan isi dari dokumen
tersebut tanpa memandang tipe dari dokumen. Kemudian pada tahun 1996
protokol HTTP diperbaiki menjadi HTTP versi 1.0. Perubahan ini untuk
mengakomodasi tipe-tipe dokumen yang hendak dikirim beserta enkoding
yang dipergunakan dalam pengiriman data dokumen. Sesuai dengan
perkembangan infrastruktur internet maka pada tahun 1999 dikeluarkan
HTTP versi 1.1 untuk mengakomodasi proxy, cache dan koneksi yang
persisten.
PERBEDAAN WEB 1.0, WEB 2.0 dan WEB 3.0
Web adalah suatu ruang informasi di mana sumber-sumber daya yang
berguna diidentifikasi oleh pengenal global yang disebut Uniform
Resource Identifier (URI). Secara umum, Web 1.0 dikembangkan untuk
pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif.Secara
garis besar, sifat Web 1.0 adalah Read.
Lalu, tak lama kemudian muncullah Web 2.0 yang merupakan revolusi
bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet
sebagai platform, juga merupakan suatu percobaan untuk memahami aturan
untuk mencapai keberhasilan platform baru.Sifat Web 2.0 adalah
Read-Write. Era Web 2.0 tidak membutuhkan orang jenius yang hanya
berkutat sendiri di ruang tertutup atau laboratorium untuk membuat
teknologi baru yang dipatenkan agar membuat dirinya menjadi terkenal.
Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu,
pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas online besar yang
menghapuskan sifat-sifat individu.
Sedangkan letak perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0 yaitu :
1. Perilaku pengguna Membaca Menulis
2. Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas
3. Hubungan dengan server Client-server Peer to peer
4. Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML
5. Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif
6. Pengelolaan konten Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag
7. Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi
8. Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring
9. Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna
Yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan Web 1.0 adalah
keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk
datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di
dalamnya.Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat
konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang
bersangkutan.Kemampuan web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop,
auto complete, chat, voice dapat dilakukan layaknya aplikasi desktop.
Selanjutnya adalah Web 3.0, jika dunia seluler dikenal istilah 3G,
maka di Internet ada yang namanya Web 3.0. Wow, apa pula ini? Apa
bedanya dengan Web 2.0 yang sekarang sedang marak? Jangan salah,
ternyata orang Indonesia juga sudah ada yang mengembangkannya.Konsep ini
dapat diandaikan sebuah website sebagai sebuah intelektualitas buatan
(Artificial Intelegence).Aplikasi – aplikasi online dalam website dapat
saling berinteraksi, kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web
service. Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat
antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi. Dunia web dan telco
berkembang pesat seiring dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat
TI dan telekomunikasi nantinya sudah seperti sama saja tidak ada
bedanya. Saat ini saja pertanda seperti itu sudah mulai bisa kita
rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton tivi di ponsel
atau komputer, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS
dan telepon dari komputer. Ya karena konvergensi terhadap berbagai
perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan. Semua mengalami
evolusi menuju dunia yang lebih maju.
Permasalahan lain yang potensial muncul adalah, sebagai teknologi
masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang
memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan
tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan
seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di
Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi
jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan,
mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan
berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik napas penjang. Namun
karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan
berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa
mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet
kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi
masyarakat luas. Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh
beberapa perusahaan di dunia seperti secondlife, Google Co-Ops, bahkan
di Indonesia sendiri juga sudah ada yang mulai mengembangkannya, yaitu
Li’L Online (LILO) Community.
Permasalahan lain yang potensial muncul adalah, sebagai teknologi
masa depan, Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang
memadahi dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, hal ini disebabkan
tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D. Sedangkan
seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di
Indonesia ini masih terbilang mahal bagi masyarakat umum. Belum lagi
jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan,
mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan
berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik napas penjang. Namun
karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan, seiring dengan
berlalunya waktu sebagai masyarakat Indonesia kita masih bisa
mengharapkan bahwa biaya komunikasi, dalam hal ini koneksi Internet
kecepatan tinggi akan semakin murah nantinya, sehingga terjangkau bagi
masyarakat luas.
Web 1.0
Merupakan teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Website yang dibangun pada generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Berbagai Website seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com” dapat dikategorikan ke dalam jenis ini.
Merupakan teknologi Web generasi pertama yang merupakan revolusi baru di dunia Internet karena telah mengubah cara kerja dunia industri dan media. Pada dasarnya, Website yang dibangun pada generasi pertama ini secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Berbagai Website seperti situs berita “cnn.com” atau situs belanja “Bhinneka.com” dapat dikategorikan ke dalam jenis ini.
Web 2.0
Web 2.0 Istilah Web 2.0 pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara online. Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut: “Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut” Berbagai layanan berbasis web seperti jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”) merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para pengguna Web.
Web 2.0 Istilah Web 2.0 pertama kalinya diperkenalkan oleh O’Reilly Media pada tahun 2004 sebagai teknologi Web generasi kedua yang mengedepankan kolaborasi dan sharing informasi secara online. Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut: “Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut” Berbagai layanan berbasis web seperti jejaring sosial, wiki dan folksonomies (misalnya: “flickr.com”, “del.icio.us”) merupakan teknologi Web 2.0 yang menambah interaktifitas di antara para pengguna Web.
Pada umumnya, Website yang dibangun dengan menggunakan teknologi Web 2.0
memiliki fitur-fitur sebagai berikut:
• CSS (Cascading Style Sheets)
• Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax
• Markup XHTML
• Sindikasi dan agregasi data menggunakan RSS/Atom
• URL yang valid
• Folksonomies
• Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh Website
• XML Web-Service API
Web 3.0 / Semantic Web
Waaupun masih dalam perdebatan di kalangan analis dan peneliti, istilah Web 3.0 tetap berpotensi menjadi generasi teknologi di dunia Internet. Saat ini, definisi untuk Web 3.0 sangat beragam mulai dari pengaksesan broadband secara mobile sampai kepada layanan Web berisikan perangkat lunak bersifat on-demand [Joh07]. Namun, menurut John Markoff, Web 3.0 adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Berdasarkan definisi yang dikemukakan tersebut, maka pada dasarnya Semantic Web memiliki tujuan yang sama karena Semantic Web memiliki isi Web yang tidak dapat hanya diekpresikan di dalam bahasa alami yang dimengerti manusia, tetapi juga di dalam bentuk yang dapat dimengerti, diinterpretasi dan digunakan oleh perangkat lunak (software agents). Melalui Semantic Web inilah, berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan cara yang lebih mudah [Tim01]. Pembuatan Semantic Web dimungkinkan dengan adanya sekumpulan standar yang dikoordinasi oleh World Wide Web Consortium (W3C). Standar yang paling penting dalam membangun Semantic Web adalah XML, XML Schema, RDF, OWL, dan SPARQL.
Waaupun masih dalam perdebatan di kalangan analis dan peneliti, istilah Web 3.0 tetap berpotensi menjadi generasi teknologi di dunia Internet. Saat ini, definisi untuk Web 3.0 sangat beragam mulai dari pengaksesan broadband secara mobile sampai kepada layanan Web berisikan perangkat lunak bersifat on-demand [Joh07]. Namun, menurut John Markoff, Web 3.0 adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Berdasarkan definisi yang dikemukakan tersebut, maka pada dasarnya Semantic Web memiliki tujuan yang sama karena Semantic Web memiliki isi Web yang tidak dapat hanya diekpresikan di dalam bahasa alami yang dimengerti manusia, tetapi juga di dalam bentuk yang dapat dimengerti, diinterpretasi dan digunakan oleh perangkat lunak (software agents). Melalui Semantic Web inilah, berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan cara yang lebih mudah [Tim01]. Pembuatan Semantic Web dimungkinkan dengan adanya sekumpulan standar yang dikoordinasi oleh World Wide Web Consortium (W3C). Standar yang paling penting dalam membangun Semantic Web adalah XML, XML Schema, RDF, OWL, dan SPARQL.
Mungkin ini beberapa referensi ciri khas dari web 3.0
• Transformation dari tmp penyimpanan yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.
• Ubiquitous connectivity, memungkinkan info diakses di berbagai media.
• Network computing, software-as-a-service business models, Web services interoperability, distributed computing, grid computing and
cloud computing;
• Open technologies, sebagian besar semuanya berjalan dalam platform open source / free.
• Open identity, OpenID, seluruh info adalah bebas dan sebebas – bebasnya.
• The intelligent web, Semantic Web technologies such as RDF, OWL, SWRL, SPARQL, GRDDL, semantic application platforms, and statement-
based datastores;
• Distributed databases, database terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).
• Intelligent applications.
Dari seluruh sifat dan kriteria tersebut, yang bisa dijelaskan dan masih dapat diperkirakan berhasil barulah semantic web.
(http://sioc-project.org/
)Adalah komunitas yang berusaha mewujudkan semantic website yang tengah
berjuang membantu kita menciptakan web cerdas yang mana kelak pencarian
info di internet menjadi jauh – jauh sangat mudah. Banyak orang yang
bahkan tidak tahu bahwa istilah web 2.0 / 3.0 adalah sebuah istilah
untuk konsep dan cara bekerja dari manusia pada informasi di internet,
dan bukanlah sebuah teknologi bernama 2.0 atau 3.0
Langganan:
Postingan (Atom)
